Tampilkan postingan dengan label Sosial Politik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sosial Politik. Tampilkan semua postingan

Jumat, 11 November 2016

Langkah Ancam Mengancam.

Spin war Ahok menyasar dirinya sendiri, bahkan Jokowi. Akibat ulah Ahok, maka pra demo 4 Nov 2016 Jokowi mendatangi Prabowo. Kedatangan Jokowi ke Prabowo tentu bukan sekedar sambangan biasa, tapi langkah cerdik untuk melepaskan beban dari tekanan umat Islam sehubungan dengan kasus Ahok “lompat pagar” sehingga Ahok terindikasi melecehkan Al Quran. Bahkan boleh jadi bahwa sambangan Jokowi yang lugas itu juga mengarah ke Prabowo  dengan aksi demo dan sekaligus mengecilkan posisi  SBY.



 Prabowo cerdas. Ia menerima sambangan Jokowi dan mempertegas jiwa kenegarawannya. Untuk menurunkan suhu politik yang sedang memanas, ia menghimbau masyarakat agar berdemo damai. Prabowo juga menegaskan Gerindra tidak akan ikut berdemo, tetapi membiarkan anggotanya berdemo sebagai individu. Sementata itu, SBY juga cerdik. Ia memainkan langkah straregis menyambangi Yusuf Kala dan Wiranto untuk menjelaskan kondisi kritis negara karena tidak segera mengusut kasus Ahok tersebut. Pada sàat yang sama,  SBY melakukan jumpa pers yang di dalamnya membantah bahwa ia bukan aktor dibalik aksi demo, sekaligus mengkiritik pemerintahan Jokowi yang lamban mengurus perihal kasus Ahok tersebut. Jumpa pers SBY secara langsung atau tidak langsung menjadi “bumbu penyedap” pelaku demo.


Demo 4 Nov 2016, pendemo berkumpul di sekitar  patung kuda dan istana di Jakarta. Demo yang berlansung setelah sholat Jumat sampai Magrib diikuti oleh ribuan umat Muslim. Pendemo melakukan demo tertib dan polisi serta TNI menertibkan pelaksanaan demo. Bahkan beberapa polisi tampak memberikan minuman dan mendengarkan orasi pendemo.  Ini adalah demo damai. Lebih dari waktu tersebut, ada yang kurang mampu mengendalikan diri atau telah terkendali. Bagaimanapun setiap aksi demo selalu saja ada pihak yang ingin memainkan skenario lain. Bisa jadi perusak demo damai 4 Nov 2014 berasal dari oknum demo damai yg merasa belum tercapai tuntutannya. Bisa jadi perusak demo damai itu sendiri adalah pihak yang berseberangan dengan pemerintah. Boleh jadi juga hal tersebut diatur oleh pemerintah untuk mendeskriditkan pendemo lalu mengambil tindakan hukumnya.


Bagaimanapun kita sedang menyaksikan pengabaian Jokowi terhadap para wakil pendemo yang ingin menemuinya. Apa pun alasan Jokowi tidak serta merta menemui mereka tapi menyerahkan persoalan kritis ini kepada Yusuf Kala mencerminkan ketidakmampuannya memperhitungkan kondisi posisinya. Yusuf Kala, diminta atau tidak diminta oleh Jokowi, faktanya telah berperan penting  atas nama pemerintah terhadap pendemo. Yusuf Kala menemui para wakil pendemo dan menjanjikan penyelesaian kasus Ahok terhadap Al Quran, khususnya surat Al Maidah 51. Hal itu nilai untuk Yusuf Kala dan Wiranto yang sebelumnya disambangi SBY.

 5 Nov 2016, jam 03:56  Jokowi mengadakan konfrensi pers yang inti pidatonya kurang lebih sama dengan yang dikatakan Yusuf Kala.

Esok langkah strategi dipèrbaharui. Langkah ancam mengancam, selebihnya bidak selalui menjadi korban lebih dahulu.

AT 5 Nov 2016

Jumat, 14 Oktober 2016

ADU STRATEGI DI PILKADA



Bagi pencatur kelas atas, langkah bidak diawal permainan mencerminkan keseluruhan strategi dari bangunan penyerangan atau pertahanan dalam memenangkan permainan.

Megawati tentunya telah memilih Ahok dan Jarot sejak awal, tetapi sengaja tidak mengumumkannya sampai detik-detik terahir pendaftaran. Dia memainkan psychology war untuk mendapatkan gambaran yang lengkap tentang pendukungnya atau lawan politiknya di PILKADA. Dia merupakan  “pencatur konservatif”  dengan langkah menyulitkan untuk dipredikisi lawan. Langkah itu juga pernah dilakukannya ketika memilih Jokowi  menjadi Capres.

SBY bukan ”pemain catur” kelas kampung. Dia mempunyai kelas dan pengalaman dalam “permainan” ini. Agus keluar dari TNI bukan mengororbankan diri atau dikorbankan tetapi untuk memenangkan menjadi Gubenur di DIKI, atau setidaknya sebagai manufer awalnya untuk partai Demokrat ke depan. Setidaknya Agus memiliki pendukung meskipun belum teroganisir dengan bagus. Pepatahnya begini, anak kolong tetap anak kolong, mereka tetap akan memilih anak kolong. Sementara itu, Silvy ibarat kuda yang dapat bermanufer ke segala sudut, karena pengalamannya segudang di birokrasi dan organisasi yang pasti mampu memutus “rantai komando” Ahok sebagai mantan atasannya.

Prabowo bukan “pemain catur” tanpa perhitungan. Dia ahli strategi dan berjiwa besar demi memenangkan “permainan” ini. Memilih Anies yang pernah berseberangan dengannya bukanlah langkah blunder.  Pilihan itu merupakan pilihan strategis. Anies identik dengan “insider trading” dalam dunia saham. Dia pernah sebagai mentri dan memiliki banyak komunitas. Hal lain adalah sejarah panjang keturunan Arab di Indonesia dan peranannya di dalam atau di luar perpolitikan Indonesia. Sementara itu, Sandiaga mewakili cermin keberhasilan pemuda di dunia usaha yang memilliki visi membangun Jakarta dengan lebih manusiawi dan santun.

PILKADA sekarang ini sangat sengit. Megawati turun, SBY turun, Prabowo juga turun. Ini percaturan politik yang harus disimak, dipelajari dengan seksama. Hasilnya akan menjadi barometer Jakarta, bahkan Indonesia ke depan.

Tangerang, 26 September 2016, AT

AHOK DENGAN LANGKAH BLUNDERNYA



Ahok sangat cerdas menggunakan spin war.  Hal itu terbukti dari efek pernyataannya tentang surat Al Maidah ayat 51 saat melakukan kunjungan kerja ke Kepulauan Seribu pada 27 September 2016 menjadi bahan pembicaraan dimana-mana. Spin war ini merupakan langkah blundernya yang luar biasa berani dan strategis dalam menghadapi lawan politiknya di PILKADA.  Langkah blundernya merupakan jawaban langkah strategis Prabowo memilih pasangan Anies-Sandiaga, dan langkah strategis SBY memilih pasangan Agus-Silvy yang menurunkan elektabilitas Ahok.  

Saya katakan langkah blundernya luar biasa berani karena Ahok menggunakan isu agama dalam menghadapi lawan politiknya di PILKADA.  Padahal Ahok dan pesaingnya telah bersepakat untuk melakukan kampanye damai, serta tidak menggunakan isu SARA. Demikianlah Ahok yang sebelumnya telah berani meninggalkan Prabowo yang telah “membesarkannya” secara mentah-mentah didunia politik. Ahok juga berani menentang hasil temuan BPK dalam kasus RS Sumber Waras. Masih banyak untuk disebutkan keberaniannya melawan orang, kelompok atau lembaga yang berseberangan dengannya, terlepas apakah Ahok benar atau salah sebab hal itu harus dibuktikan lewat pengadilan. Saya katakan langkah blundernya sangat strategis karena Ahok ingin menguji sekali lagi posisi kekuatannya melalui partai pendukungnya, pendukung fanatiknya, simpatisannya, penegakan hukum Indonesia, pemerintahan Jokowi terhadap dirinya, lawan politiknya bahkan kekuatan umat Islam sebagai penduduk mayoritas di Indonesia, khususnya umat Islam di DKI Jakarta. 

Kecenderungan hasil dari blunder Ahok dapat diketahui dari pernyataan Koordinator Divisi Hukum dan Penindakan Pelanggaran Bawaslu DKI Jakarta Muhammad Jufri menilai, pernyataan calon petahana Gubernur DKI Jakarta Basuki `Ahok` Tjahaja Purnama yang diduga melecehkan ayat suci Al Quran bukanlah pelanggaran, (Metrotvnews.com, Jakarta).  Sementara itu, menurut Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Brigjen Pol Agus Andrianto masih mempelajari apakah perkara ini bisa ditingkatkan ke penyidikan atau tidak. Prosesnya masih penyelidikan, masih sangat panjang,"  (nasonal kompas.com). Juga polarisasi pendapat ulama tentang penafsiran surat Al Maidah ayat 51 cukup beragam, meskipun  MUI yang mewadahi ulama, zu'ama, dan cendikiawan  Islam Indonesia telah menyatakan pernyataan resmi bahwa Ahok telah menghina Al Quran dan ulama, kemudian melaporkannya ke Kepolisian. 

Ahok bernapas lega dengan spin war yang dilakukannya. Blundernya membuat banyak pihak berpikir keras.


Tangerang, 15 Oktober 2016, AT

Jumat, 20 Maret 2015

Siapa yang diuntungkan dengan kondisi ini?

“Apabila suatu perkara diserahkan kepada yang bukan ahlinya maka tunggulah kehancurannya”.  Siapa pun dia yang pertama-tama mengungkapkannya,  ungkapan ini selalu terbukti.Sehubungan ungkapan itu dengan kondisi Indonesia “galau” seperti sekarang ini, siapakah yang menjadi sumbu penyulut kehancuran dan patut dipersalahkan? Kita sebagai rakyat yang memberikan kepercayaan kepada Jokowi sebagai presiden atau Jokowi  yang menerima  kepercayaan rakyat?

Kita sebagai rakyat sering terjebak dalam istilah “Tak ada rotan akar pun jadi” atau istilah lainnya, “ Ia adalah pilihan buruk daripada pilihan-pilihan paling buruk”. Ditambah lagi oleh “gorengan” media dalam menciptakan opini publik sehingga tembaga tampil seperti emas. Sementara itu, adakah jabatan yang lebih tinggi dan penting  di suatu negara selain presiden yang dengan mudah ditolak seseorang? Demikianlah beberapa faktor dari banyak faktor lainnya sehingga Jokowi menjadi presiden.

Nah, kondisi Indonesia “galau” ini diterus tandai dengan demo-demo mahasiswa di beberapa kota besar yang sering menjadi pemicu demo rakyat. Tuntutan mereka pun kurang lebih sama dengan demo-demo besar yakni turunkan harga, berantas korupsi dan seterusnya. Kita tentu saja berharap huru-hara tidak terjadi lagi seperti tahun 1998 yang mana bentrokan antara pemerintah dengan bala tentaranya berhadapan langsung dengan rakyat, lalu berujung kepada penggantian suatu pemerintahan.

Kita boleh mencari jawaban siapa yang salah atau yang paling bersalah sehubungan dengan kondisi Indonesia  “galau” ini. Jawaban kita boleh berdasarkan nilai etika, profesionalisme, politik  atau apa saja. Tetapi terlepas dari siapa yang bersalah, pertanyaan lain yang perlu dijawab lebih dahulu adalah siapa yang diuntungkan dari kondisi Indonesia yang sedang “sempoyongan” ini,  apalagi jika kondisi perpecahan di negara-negara Timur Tengah berpindah ke Indonesia.

Perlu diingat, kita memiliki banyak sumber yang mana negara lain tidak memilikinya.Oleh sebab itu, kelak, marilah kita memilih pemimpin yang benar-benar negarawan yang berkualitas! 

Aziz Taufiq, 21 Maret 2015

Sabtu, 24 Januari 2015

Kemiskinan kita sesungguhnya diciptakan.

"Dalam negara yang salah urus, tidak ada persoalan yang lebih besar selain kemiskinan. kemiskinan membuat jutaan anak-anak kita tidak dapat memperoleh pendidikan bermutu, tidak mampu membiayai kesehatan, tidak mampu menabung, minim akses kepada pelayanan publik, minim lapangan pekerjaan, tidak memiliki jaminan sosial, perlindungan terhadap keluarga, meningkatkan arus urbanisasi ke kota, bahkan kemiskinan menyebabkan jutaan rakyat membatasi pemenuhan kebutuhan pangan, sandang dan papan. Kemiskinan menyebabkan masyarakat desa rela mengorbankan apa saja demi keselamatan hidup, safety life", begitulah pendapat James C. Scott.

Kemiskinan di Indonesia cenderung disebabkan faktor struktural. Kemisknan struktural artinya ketidak-merataan terhadap sumberdaya karena struktur dan peran seseorang dalam masyarakat. Sritua Arief berpendapat bahwa faktor struktural yaitu kemiskinan yang diakibatkan oleh bobroknya kinerja Pemerintah, banyaknya KKN sehingga distribusi kekayaan negara yang berlimpah tidak pernah sampai dan adil kepada masyarakat kelas bawah. Kekayaan negara dikuasi oleh kalangan elit tertentu, Pemerintah, aparat birokrat dan sebahagiaan orang kalangan menengah atas saja. Yang miskin semakin susah dan melarat sedangkan yang kaya semain haus oleh kekayaan dan hidupnya semakin konsumtif."

 Solusinya antara lain harus ada suatu kebijakan pemerintah yang berpihak kepada rakyat miskin sambil berfokus kepada peningkatan sumber daya manusia melalui penyediaan pendidikan bermutu. Kebijakan pemerintah juga seharusnya tidak memberikan ruang kebebasan kepada kapitalis atau neo liberal yang sudah pasti bermaksud menguras kekayaan alam kita demi keuntungan mereka semata-mata. Selain itu, masyarakat harus tetap diyakinkan bahwa bekerja keras adalah sumber keberhasilan, sebaliknya kemalasan adalah "terkutuk". Koes Plus menembangkan lagu "Kolam Susu" yang sesungguhnya memberikan gambaran betapa kaya Indonesia.  Indonesia memang kaya tetapi kita miskin karena dimiskinkan.

Tangerang, 24 Okt 2013
Aziz Taufiq

Hati-hati dengan isu globalisasi

Globalisasi pada sector ekonomi bermuka dua. Muka kesatu, persaingan sehat antar produsen lintas negara memicu terciptannya inovasi  kreatif yang berujung kepada pemberian manfaat kepada masyarakat terhadap kemungkinan menikmati barang dan jasa berkualitas lebih baik serta harga lebih murah. The End of Poverty (2005) menguraikan bahwa globalisasi berpeluang memberikan manfaat kepada semua orang di dunia, terutama orang miskin. Muka kedua, negara maju seperti USA dengan kekuatan modal pembisnisnya menjadikan isu globalisasi untuk menjadikan pintu masuk ke suatu negara lalu menguras kekayaan alamnya.

Indonesia harus dapat menangkal efek buruk globalisasi dengan cara antara lain, meningkatkan moral bangsa untuk cinta alias memakai produk-produk Indonesia serta meningkatkan kemampuan sumber daya manusianya untuk menghadapi persaingan ini.  Lebih dari itu, para pengambil kebijakan dan / atau para politisi harus berpihak kepada kepentingan rakyat daripada kepentingan kaum kapitalist terutama dalam kebijakan pengelolaan sumber alam.

Tangerang , 26 okt 2013.
Aziz Taufiq.

Strategi Jokowi

Sejarah membuktikan korban mendulang simpati, dan rohaniawan mengatakan bahwa doa orang teraniaya dikabulkan Tuhan. Nabi Musa berusia 3 bulan terpaksa dibuang di sungai Nil oleh ibunya karena Firaun memerintahkan semua anak lelaki di linkungan kerajaan Mesir harus dibunuh. Namun ia justru ditemukan oleh putrid Firaun dan dibesarkan dilingkungan kerajaan Mesir, sampai akhirnya Nabi Musa yang menghancurkan kerajaan Firaun.  Nelson Mandela yang anti apharteid dan 27 tahun dipenjara oleh bangsa kulit putih Afrika Selatan merupakan orang kuliit hitam pertama menjadi presiden Afrika Selatan. Daw Aung San Suu Kyi yang didekam selama 15 tahun di rumahnya oleh rezim mliter Myanmar, sekarang memiliki kesempatan untuk mencalonkan diri menjadi presiden Myamar.  Corazon Aquino menjadi presiden Philipina karena Aquino –suaminya- ditembak mati oleh aparat dibawah pemerintahan Marcos. Yahudi mendulang simpati dunia ketika Nazi dibawah Hitler membunuh 6000 orang Yahudi.Palestina mendapat simpati masyarakat dunia, sebaliknya Israel dikutuk  karena Israel membombardir Gaza. Di Indonesia, Megawati menjadi besar ketika Suharto menzolimi Soekarno. SBY menjadi besar ketika Taufik Kemas merendahkannya dengan mengatakan “Jenderal kekanak-kanakan”. Sekarang, Jokowi menjadi presiden ketika ia diposisikan sebagai orang yang dizolimi alias korban.
                Seorang atau sekelompok orang yang tidak mampu melawan kekuatan yang lebih besar cenderung menjadi korban, atau membangun opini sebagai korban sehingga mendulang simpati public lalu menggunakannya sebagai suatu kekuatan untuk melawan kekuatan yang lebih besar itu. Salah satu cikal bakal berdirinya negara Israel karena holocaust, padahal  pembunuhan 6000 orang Yahudi Eropa oleh Nazi sampai sekarang masih diragukan sebagai suatu kebenaran. Menurut banyak negara Muslim seperti Suriah, Iran dan lainnya bahwa peristiwa itu merupakan kebohongan atau tipuan Yahudi agar mereka diposisikan sebagai korban kezaliman Hitler untuk mendulang simpati dunia. Bagaimana dengan Jokowi, apakah ia adalah korban Prabowo Hatta atau diposisikan sebagai korban oleh pendukungnya sendiri?
 Pemilu 2014 hanya ada dua kontestan calon presiden. JIka salah satu capres menyatakan ada yang main curang, tentu saja pernyataan itu secara jelas dimaksudkan kepada pihak lawannya. Suasananya lebih seram dibandingkan  dengan pemilu sebelumnya. Yang sangat tidak elegan bahkan cenderung norak ketika para mantan jenderal yang berasal dari satu kesatuan tapi beda pandangan di pemilu ini saling “adu jotos”. Prabowo “dibantai” dengan cara mengulang kesaksian mereka bahwa ia sebagai dalang penculikan para aktifis dan peristiwa huru hara tahun 1998. Opini public tentang Prabowo sebagai pelanggar hak asasi manusia dibangun kembali demi menjegalnya untuk lolos sebagai presiden, padahal  Megawati pernah mengatakan ketika Prabowo sebagai cawapresnnya di tahun 2004- bahwa Prabowo tidak bersalah. Seharusnya Bawaslu atau KPU melarang kampanye negatif itu terhadap Prabowo. Sementara itu, Jokowi diberitakan sebagai keturunan Cina yang PKI. Sangat disayangkan media jurnalis tidak memainkan perannya sebagai pilar ke empat demokrasi. Bahkan Metro TV atau TV One terjebak dalam situasi sulit sehingga mengebiri profesionalismenya dalam arti ketidakberpihakan dalam pemberitaan tetapi sebaliknya menomorsatukan kepentingan pemiliknya. Mereka saling mengebiri berita calon presiden yang tidak didukungnya. Pemberitaan Obor Rakyat yang sangat buruk tentang Jokowi oleh eks wartawan Tempo semakin memperkeruh suasana lalu berimbas menjadi boomerang terhadap pasangan Prabowo Hatta. Di dunia maya suasannya lebih seram lagi. Relawan-relawan masing-masing tanpa tedeng aling-aling saling “baku hatam dan saling membakar”. Maka lahirlah seorang korban yang bernama Jokowi dalam perang psikologi ini, dan ia mendulang simpati publik.   
                Jokowi sesungguhnya bukan korban, tetapi menggunakan strategi sebagai korban untuk membangun opini publik. Jokowi sesungguhnya besar dan memiliki dukungan yang sangat kuat.  Hal itu dapat dipelajari dari pernyataannya bahwa ia ingin koalisi ramping dan tidak menjanjikan kursi kepada partai koalisinya. Selain dari itu ada sinyal khusus bahwa negara asing turut campur mendukungnya dalam pemilihan ini dengan memaknai tulisan Allan Nairm yang mendiskriditkan Prabowo. Sebelumnya pada bulan april 2014 ada kunjungan pribadi Mahatir Muhamad kepada Megawati, meskipun belum diketahui maksud dari kunjungan tersebut. Pada bulan yang sama, ada pertemuan antara Megawati dan Jokowi dengan kedubes Amerika, Vatikan, Myanmar, RRC, Turki, dan Peru  di rumah Jacob Soetojo di Permata Hijau, Jakarta Selatan.
                Sangat jelas skenario penokohan Jokowi yang berwajah “seadanya” sebagai orang kecil yang mau merasakan penderitaan dan memperhatikan kepentingan orang kecil. Jokowi mendekati publiknya dengan bersepeda, bahkan datang ke KPU naik bajay. Orang lain boleh mengatakan bahwa Jokowi telah membohongi publiknya sendiri tentang ia sebagai orang kecil sebab faktanya ia melaporan harta kekayaannya ke KPU terbilang Rp 29 milliar dan $27.633. Bagi orang kecil alias tidak mampu, uang sejumlah itu sangatlah besar, tetapi demikianlah strategi promosi yang dipilihnya untuk membangun citra dirinya. Orang kecil dari partai wong cilik.


Aziz Taufiq -penulis lepas.
26 Juni 2014

Jumat, 01 November 2013

Illuminati disekitar kita.


Horus adalah dewa matahari dalam legenda di Mesir dan Yunani. Ia merupakan putra dari Isis dan Osiris. Mata Horus merupakan simbol mistik dari kekuatan gelap yang bermakna ‘Maha Tahu’ dan ‘Maha Melihat’. Umumnya mata Horus dilukiskan di hieroglips (tulisan Mesir kuno) pada dinding Piramid. Osiris adalah sang raja sekaligus hakim kematian. Ia suami dan juga abang dari Isis. Ia juga merupakan sosok dewa senior tertinggi dalam kepercayaan Mesir kuno. Simbol mata Horus menjadi banyak dibicarakan sehubungan dengan gerakan illuminati yang dilaknat oleh banyak kaum rohaniawan karena gerakan ini cenderung berkiblat kepada setan "lucifer". Dalam dunia politik atau kenegaraan, "Illuminati menjadi banyak digunakan untuk menunjukkan organisasi persekongkolan yg dipercaya mendalangi dan mengendalikan berbagai peristiwa di dunia melalui pemerintah dan korporasi untuk mendirikan Tatanan Dunia Baru." (wikipedia) 

Banyak tulisan menyebut illuminati merupakan organisasi yang didalangi oleh kelompok Zionisme dimana kegiatannya menyeruak masuk kedalam berbagai sektor kehidupan. Indonesia tampaknya telah tertempel atau bahkan ikut mengembangkan illuminati secara tidak sengaja atau memang disengaja jika diteliti dari beberapa fakta yang ada pada situs dibawah ini.

What is illuminati?

Jejak illuminati sampai ke Indonesia

Simbol illuminati di Jl. Thamrin alias bundaran hotel Indonesia

Simbol tangan SBY dan partai democrat

Simbol ini pasti punya arti khusus. Jika tidak, mengapa ada kesamaan diantara mereka?

Simbol Freemasonry (Part 1)- layak dibaca.

Simbol illuminati di uang Rp.10.000,-

Agnes Monica dan illuminati

Illuminati dan Facebook

Illuminati dalam film anak-anak







 






    


Kamis, 25 Juli 2013

Butuh 1 menit saja untuk mengetahui karakteristik tokoh dunia dan sang calon anggota DPR 2014 berwajah kotak

oleh: Aziz Taufiq
Psyognomy adalah suatu ilmu pengetahuan membaca bentuk wajah seseorang. Dalam psyognomy, pemilik wajah segi empat biasanya memiliki karakter yang stabil, adil, seimbang dan tangguh. Mereka juga kukuh dalam pendiriannya, bergairah dalam kehidupannya . Yang paling menonjol, mereka sangat dermawan, jujur dan selalu menjadi teman baik serta setia.

Shop Amazon - Get the Latest Handbags for Summer



Tokoh-tokoh dunia berwajah segi empat antara lain Ambraham Lincoln, Susilo Bambang Yudoyono, Xi Jinping, Richard Nixon, Vladimir Putin, Megawati Soekarno Putri, Mubarack, Donald Trump, Leonardo De Caprio, Arnold, Tom Cruis, Andy Lau, dan Beckham.

Sementara itu, sang calon anggota DPR thn 2014 bernama Eddy Kusuma Wijaya SH, MH, MM. Daerah pemilihannya meliputi  Banten III – Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang Selatan. Tidak perlu diragukan lagi bahwa beliau tentu saja memiliki karakteristik lebih kurang sama dengan tokoh-tokoh dunia yang memiliki wajah kotak. Kita perlu mendukungnya!


Ayo dukung demi perubahan!

Sabtu, 08 Desember 2012

ANDI MALARANGENG; TERPURUK DEMI KEKUASAAN


Oleh : Aziz Taufiq

Korupsi sekali lagi menjerumuskan orang muda yang punya masa depan cerah ini. Sebelumnya Andi Malarangeng adalah  seorang dosen dan pengamat politik piawai, kemudian diangkat sebagai jubir kepresidenan SBY,  bergeser sebagai MENPORA,  tersisih  oleh Anas Urbaningrum dalam pemilihan  ketua partai Demokrat, dijadikan tersangka karena kasus Hambalang oleh KPK, lalu sekarang menyatakan mengundurkan diri dari kementrian dan kepartaiannya.

Perubahan status dari seorang dosen menjadi politikus merupakan pilihan hidup yang telah dipilihnya. Tidak perduli pilihan itu benar atau salah. Andi Malarangeng tentu sadar bahwa politik adalah kekuasaan yang  sering didefinisikan sebagai kemampuan untuk mempengaruhi orang lain dengan atau tanpa  perlawanan. Sebagai politikus, ia butuh pengaruh dan respek yang kuat dari banyak orang sehingga ia memiliki kemampuan kuat untuk melakukan suatu keputusan. Namun sangat disayangkan untuk memenuhi kebutuhan itu, ia harus mempercayai kebenaran istilah power tends to corrupt.

Rabu, 29 Juli 2009

JANJI POLITIK.

Oleh : Aziz Taufiq

Sebelum PEMILU politikus bilang ; Yang menang tidak boleh sombong, Yang kalah harus legowo. Setelah PEMILU -faktanya begini- ; Yang menang boleh sombong. Yang kalah tidak mau ngalah.
Ya ... itulah janji politik.

Suka atau tidak suka, politik memang suka menggelitik-gelitik. Boleh dipercaya boleh tidak!

Sabtu, 11 Juli 2009

YANG PALING DEKAT YANG MENANG.

Oleh: Aziz Taufiq

Jika kampanye ini diibaratkan sebuah kegiatan bauran pemasaran alias marketing mix, maka para capres-cawapres yang sedang dipromosikan adalah produk stock lama. Produk stock lama pada umumnya telah dikenal kelebihan dan kekurangannya oleh masyarakat. Produk baruatau stock lama terikat oleh suatu klise dagang ; semakin banyak suatu produk memenuhi keinginan pembeli maka semakin sukses produk itu. Sebaliknya semakin sedikit suatu produk memenuhi keinginan pembeli maka semakin gagal produk itu. Sederhana sekali.

Menyadari klise itu, pemasar alias public relation capres-cawapres melakukan bauran pemasaran yang lebih intensif agar diperoleh keputusan pembeli terhadap produk dagangannya. Mereka mengenalkan produknya antara lain secara direct selling alias terjun langsung kemasyarakat dan melalui media cetak serta elektronik, memberikan informasi yang lebih jelas agar pembeli mampu mengevaluasi dengan produk pesaing, kemudian meyakinkan pembeli. JK mengklaim dialah yang memprakasai perdamaian di Poso dan di Aceh, juga pemberian BLT. Prabowo menggelar Membangun Kembali Indonesia. SBY masih menebar pesona dengan cara berterima kasih.

Pemasar alias public relation capres-cawapres juga menyadari bahwa ternyata pembeli sering tidak membeli suatu produk yang telah memenuhi standar rancangan produk. Mereka membeli produk karena siapa yang menjualnya. Oleh sebab itu, tokoh-tokoh masyararakat dariberbagai bidang dikunjungi, direkrut agar pengikutnya berbodondong-bondong menentukan pilihan sama dengannya. Strategi banyak teman lawan sedikit dijalankan; lembaga riset yang seharusnya idependen ternyata dibayar untuk menggiring opini public kepada salah satu capres-cawapres. 

Sekali lagi, capres-cawapres ini adalah produk stock lama yang berasal dari pabrik yang sama yaitu Golkar. Oleh karena perubahan merupakan hakikat kehidupan maka mereka juga melakukan suatu perubahan, setidak-tidaknya perubahan pada kemasan saja. Faktanya, merekaberada di gerbong berbeda tetapi bertujuan utama yang sama yaitu kebangsaan. Kalau satusama lain sama masukan dan prosesnya maka keluarannya tidak berbeda. Kalau begitu, pemilih tidak perlu pusing menentukan pilihan capres-cawapres mendatang. Beli saja produk yang paling dekat dengan rakyat.

Yang paling dekat dengan rakyat bukan berarti capres-cawapres yang didengungkan sebagai mewakili wong cilik. Bukan berarti capres-cawapres yang berjanji memberikan porsi kebijakan ekonomi lebih berpihak kepada rakyat kecil. Bukan juga capres-cawapres yang berdiri paling dekat dengan rakyat lalu mengobral janji-janji. Pemimpin yang obral janji telah diwanti-wanti oleh Surya Paloh di Bali. Sebelumnya SBY “meneriakipemimpin-pemimpin yang suka janji surga.  Aneh juga. Mengapa SBY tidak percaya dengan janji surga. Bukankah SBY seorang muslim seharusnya percaya dengan itu? Mudah-mudahan maksudnya adalah janji yang tidak terbuktikan.

Pengertian yang paling dekat dengan rakyat adalah capres-cawapres yang memiliki commitment to service alias berkomitmen melayani. Mereka harus memiliki obsesi untuk melayani rakyat, harus memiliki obsesi untuk mau mendengar keinginan rakyat dan memenuhinya. Pengertian yang paling dekat dengan rakyat adalah capres-cawapres yang reliable alias dapat dipercaya. Rakyat seharusnya tidakmenilai buku dari sampulnya”, apalagimembeli kucing dalam karung”. Untuk mengetahui apakah mereka dapat dipercaya, maka mereka harus memiliki obsesi untuk memberikan kwalitas pelayanan terbaik kepada rakyat. Untuk memastikannya, kalau perlu, mereka menjamin akan mundur dari jabatannya jika ternyata apa yang digembar-gemborkan dalam kampanyenya ternyata tidak terbukti. Dengan begitu kepercayaan rakyat akan meningkat menjadi yakin.

Capres-cawapres yang paling dekat dengan rakyat dapat diibaratkan sebagai suatu produk yang mampu melayani kebutuhan pembeli, berkwalitas dan terpercaya. Produk itu disebut sebagai customer product oriented. Produk yang berorienasi kepada pembeli tidak berarti harus murahatau berorientasi terhadap teknologi, tetapi berorientasi kepada melayani pembeli secaramaksimal. 

Pemilu tinggal menghitung hari. Capres-cawapres bersegeralah mengibarkan bendera bahwa Anda merupakan pemimpin-pemimpin yang memiliki komitmen untuk melayani rakyat.Tidak ada gunanya lagi melecehkan bahkan melakukan black campaign terhadap capres-cawapres lain. John Mc Cain, yang sangat ahli politik, kalah dari Obama karena tidak berusaha menempatkan dirinya sebagai orang yang layak menjadi presiden USA. SBY menjadi presiden ke enam Republik Indonesia karena berbagai factor antara lain, pernyataan Taufik Kemas yang melecehkannya.
Jakarta, 280609

MEMPELAJARI KEMENANGAN OBAMA


Oleh: Aziz Taufiq
Tanggal 20 Januari 2009, dunia menonton peristiwa sangat langka di Amerika. Inagurasi Presiden Amerika ke 44 bernama Barack H.Obama dihadiri tiga mantan Presiden Amerika; Jimmy Carter, Bush, Clinton serta lebih dari tiga juta warga Amerika memadati Capitol Hill. Inagurasi ini merupakan perayaan paling mewah, karena menghabiskan biaya tidak kurang dari,5 triliun, dan dimeriahkan antara lain oleh Aretha Franklin dan komposer kenamaan John William. Tidak ada yang baru dalam pidatonya di acara inagurasi itu, kecuali kata rendah diri, humble.Amerika harus bisa rendah diri dan bekerja sama dengan negara lain. 1
Bill Clinton pernah mengatakan; It’s economy, stupid. Maksudnya kemenangan Obama bukan karena dia piawai berpolitik tapi Amerika sedang krisis ekonomi. Sebelum itu, Amerika juga mengalami krisis kepercayaan terhadap pemerintahan George Bush. Bagaimanapun, kemenangan Obama atas John Mc Cain menegaskan bahwa Obama pantas menjadi presiden. Dilihat dari perspektif lain, kemenangan Obama merupakan kemenangan seorang motivator yang pandai berpidato.
Menarik memperhatikan Obama memotivasi masyarkat di dalam pidato-pidatonya; “…Anda dapat merubah kebijakan yang menimbulkan kerakusan dan pengabaian tanggung jawab orang-orang kaya diatas kerja keras dan pengorbanan orang miskin….Anda dapat memilih kebijakan yang berinvestasi di kaum menengah, menciptakan lapangan kerja dan menumbuhkan ekonomi sehingga setiap orang memiliki kesempatan sukses ….Anda dapat mengahiri politik memisahkan negara hanya untuk memenangkan pemilihan ….Anda dapat memberikan negara ini suatu perubahan yang kita butuhkan.” 
Di kesempatan lain Obama mengatakan; “Ini merupakan kesempatan kita untuk membuat perubahan. Dan perubahan itu tidak akan terjadi jika kita melakukan dengan cara yang sama. Perubahan itu tidak akan terjadi tanpa Anda, tanpa semangat pengabdian baru dan semangat pengorbanan baru. Mari kita mengumpulkan semangat patriotisme baru, …… Untuk orang yang mengatakan kita tidak bisa, maka kita akan menjawab dengan semangat baru; Ya, kita bisa
Untuk mengesankan bahwa Obama memiliki persepektif yang sama dengan perspektifrakyat Amerika, Obama mengatakan; “Saya tahu! Saya tahu apa yang Anda pikirkan.” Kalimat itu memiliki misi memenangkan keraguan Amerika, meyakinkan rakyat Amerika bahwa Obama seorang pragmatis, bukan seorang pemimpi. Tak bisa disangkal bahwa Obama pandai beretorika. Dia tidak menyebut American Dream untuk menumbuhkan motivasi tapi dia menggantinya dengan American Promise.
Pidato-pidato Obama terinspirasi oleh pidato-pidato presiden Amerika sebelumnya. Tetapi tampaknyaI have a Dreamdari pidato Martin Luther King pada 23 Agustus 1963 di Washinton merupakan inspirasi terbesarnya. Saya bermimpi. Suatu impian dari mimpi Amerika. Sayabermimpi, suatu saat bangsa ini akan bangkit dan menggerakan kesejatian azasnya. Kami meyakini kebenaran ini bahwa semua manusia diciptakan sederajat”.
Dalam situasi yang gamang dibutuhkan motivasi. Krisis yang mengharu biru rakyat Amerika menyebabkan mereka membutuhkan motivasi untuk membangkitkan semangat baru. Barack Obama menjawab keinginan mereka dengan slogan Change We Need sehingga mendorong rakyat Amerika menggantungkan harapannya di pundak Obama. Menurut French dan Raven; Motivation is the set of forces that cause people to behave in certain ways. Motivasi adalah sesuatu yang mendorong seseorang untuk menunjukkan perilaku tertentu. Peletakan kata Change diawal slogan, yang sudah pasti dipikirkan secara seksama efeknya oleh Jon Favreau, penulispidato Obama yang masih berusia 27 tahun, sehingga memberikan dorongan lebih kuat kepada inti dari slogan itu sendiri daripada jika diletakan diakhir; We Need Change. Sebelumnya, ketikarakyat Amerika rindu kepada seorang pahlawan yang tangguh, Silverter Stalone menjawab kerinduan itu dengan tokoh Rambo dan Rocky sehingga memotivasi kepercayaan rakyat Amerika bangkit kembali terhadap Rusia.
Maslow mengatakan ada banyak faktor untuk memotivasi orang, antara lain uang atau kebutuhan pokok lain. Maka tidak heran jika banyak calon pemimpin memberikan sembako atau amplop kepada rakyat, tetapi ingat, tindakan itu selain menyalahi aturan juga merupakan motivasi eksternal. Motivasi eksternal dapat berubah sewaktu-waktu, dan kalau uang yang dijadikan sebab motivasi itu muncul maka ongkos untuk mempengaruhi pemilih sangat mahal.
Motivasi harus mampu menggerakan hati agar menimbulkan tindakan. Hillary Clinton pesaing paling kuat Obama dalam konvensi. Tetapi setiap perdebatannya dengan Obama, Hillary kurang mampu membangkitkan semangat Amerika. Begitu juga John Mc Cain lebih banyak melecehkan Obama ketimbang memposisikan dirinya sebagai calon presiden. Kampanye Hillary dan Mc Cain kering motivasi. Meskipun ada, motivasinya hanya menyentuh pikiran saja, belum sampai ke hati. Obama memotivasi rakyat Amerika sampai ke hati mereka. Hasilnya adalah orang termotivasi akan tahu, pecaya, yakin dan membenarkan untuk melakukan suatu tindakan. Dalam hal ini, rakyat Amerika membenarkan pilihannya kepada Obama, sebab mereka percaya dan yakin bahwa Obama adalah seorang pemimpin untuk suatu membuat perubahan. 
Indonesia pernah memiliki seorang motivator sekaligus orator yang kemampuannya jauh diatas Barack H. Obama bahkan John F Kenedy sekalipun. Dia adalah Bung Karno. “Negara Indonesia bukan satu negara untuk satu orang, bukan satu negara untuk satu golongan, walaupun golongan kaya. Tetapi kita mendirikan negara semua buat semua, satu buat semua, semua buat satu”.
Sebelum terlambat, sebaiknya calon pemimpin yang akan menduduki kursi kepresidenan harus menyadari kekuatan motivasi dan mengirimnya sampai ke hati rakyat. Masih ada waktu untuk belajar dari keberhasilan Obama.
Jakarta, 26609